PSBB Bandung Raya, Walkot Cimahi Ajak Warga Patuh Aturan - Beasiswa 10000

0

Cimahi – 

Wilayah di Bandung Raya akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Rabu (22/4/2020) mendatang. Pemkot Cimahi meminta masyarakat untuk taat aturan selama PSBB.

Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi dan Kabupaten Sumedang. Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna mengungkapkan masih ada sebagian masyarakat yang belum disiplin dalam menjalankan semua aturan yang telah ditetapkan pemerintah seperti social distancing dan tetap tinggal di rumah berkaitan pencegahan virus Corona atau COVID-19.

“Saat ini masih banyak warga yang berkegiatan di luar rumah. Ada toko yang belum taat tutup jam lima sore. Makanya, nanti kami akan sosialisasi dan lebih mengetatkan pengawasan selama PSBB,” ujar Ajay, Kamis (16/4/2020).

Ajay mengharapkan industri di wilayah Kota Cimahi bersedia menutup sementara operasionalnya sejak PSBB mulai diberlakukan. “Apabila tetap buka, harus mengajukan izin kepada Pemkot Cimahi, serta pihak perusahaan melaksanakan skrining kepada seluruh pegawainya dengan melaksanakan rapid test,” katanya.

PSBB di Bandung Raya diberlakukan dua hari sebelum Ramadhan. Selama PSBB nanti, Ajay mengimbau masyarakat agar melaksanakan salat tarawih di rumah saja.

“Perlu adanya koordinasi dari tokoh agama dan Satpol PP untuk memberikan imbauan dan teguran kepada masyarakat untuk beribadah di rumah selama bulan puasa,” tutur Ajay.

Menurut Ajay, sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah salah satunya dengan tindakan membubarkan kerumunan massa di sejumlah lokasi. Namun cara ini belum efektif menyadarkan masyarakat akan bahaya penyebaran COVID-19.

“Perlu upaya meminimalkan pemutusan rantai penyebaran yang lebih efektif. PSBB tidak akan pernah berhasil atau sia-sia ketika perilaku masyarakat yang belum patuh serta karakter masyarakat yang cenderung sulit berubah,” ujar Ajay.

Pemkot Cimahi segera memberikan bantuan pangan dan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga non-Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Selain non-DTKS, bagi warga yang selama ini mendapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah pusat juga akan mendapat bantuan tambahan dari Pemkot Cimahi.

Bantuan yang akan diterima dari APBD Kota Cimahi bagi warga yang terdampak ekonominya (non-DTKS), seperti pedagang kecil-mikro, tukang kayu, pedagang keliling, dan sebagainya, akan mendapat bantuan nontunai Rp 350 ribu per bulan.

“Nanti warga non-DTKS akan dapat Rp 350 ribu per bulan selama empat bulan dalam bentuk sembako, seperti beras 15 kilogram dan mi instan satu dus,” kata Ajay.

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4979489/psbb-bandung-raya-walkot-cimahi-ajak-warga-patuh-aturan/2

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This Campaign has ended. No more pledges can be made.